Dalang Illegal Longging Register 43 Peratin Batu Api Aris Mulyono Ditahan Polisi - Sinarlampung.com

Dalang Illegal Longging Register 43 Peratin Batu Api Aris Mulyono Ditahan Polisi

Spread the love

Lampung Barat (SL)-Peratin Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, Aris Mulyono ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Illegal Logging di kawasan Hutan Lindung (HL) Register 43B Krui Utara, Kamis (28/11/2019). Aris resmi menjadi tahanan Polsek Sekincau.

Kapolsek ekspose para tersangka

Baca : Peratin Pekon Batu Api Diduga Dalang Ilegal Longging Register 43 B Krui Utara, Dua Tukang Gesek Tersangka

Penetapan tersangka oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sekincau, Polres Lambar setelah, melakukan pemeriksaan terhadap Aris Mulyono, yang sempat mangkir panggilan Polisi. Dari hasil pemeriksaan itu disimpulkan telah mencukupi alat bukti yang mendukung bahwa Aris Mulyono terbukti mendalangi kasus perambahan hutan lindung di register 43 B Krui Utara.

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono S.H.,mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyadi mengatakan status saksi terhadap Aris Mulyono di tingkatkan menjadi tersangka. Prosesnya setelah menjalani pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara.

“Berdasarkan pemeriksaan dan alat bukti, penyidik memutuskan jika tersangka terbukti mendalangi atau mendanai praktik perambahan hutan lindung di wilayah tersebut. Peran AM (Aris Mulyono), adalah sebagai pelaku yang mendanai pratik illegal Logging di kawasan HL 43B Krui utara,” kata Suharjono.

Atas perannya itu, lanjut Suharjono, Aris Mulyono terbukti melanggar undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan Hutan Pasal 94 ayat 1 Huruf a dan c dengan ancaman pidana minimal 8 tahun penjara dan maksimal 15 tahun tahun penjara.

“Sementara untuk kedua pelaku lainnya yaitu Rohman (25) Warga Pekon Mekar Sari, Kecamatan Pagardewa dan Tri Purnomo (40) warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batuketulis sebagai penebang atau penggesek  dikenakan pasal 82 huruf C, dengan ancaman minimal satu tahun  dan maksimal lima tahun penjara,” katanya.

Menurutnya dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemeriksaan ulang untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka guna menungkap kemungkinan ada tersangka lain dalam perkara tersebut. “Nanti tetap akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan, pengembangan penyidikan tetap ada, sebab bisa jadi nanti akan terungkap ada bakal tersangka lain selain dirinya,” katanya.

kepadaa wartawan Aris Mulyono mengaku pasrah dengan proses hukum yang berjalan saat ini, bahkan ia menyadari bahwa perbuatannya itu merupakan suatu pelanggaran. Namun Aris beralasan bahwa hasil illegal logging itu akan digunakan untuk membangun jembatan dan masjid di wilayah setempat. “Niat kami bersama warga hasil kayu itu untuk membangun masjid dan jembatan pak, dan itu baru sekitar satu minggu,” dalihnya.

Ditanya soal adanya dukungan atau perintah dari pihak lain dalam melakukan  perambahan hutan itu, Aris Mulyono mengaku tindakan itu murni muncul atas inisiatif dirinya, sebab melihat banyaknya akses jembatan yang rusak namun hingga kini belum ada perbaikan. “Tidak ada pak, itu murni inisiatif saya, mengingat ada yang mau ngerehab masjid, terus ada jembatan yang kecil-kecil itu pada rusak, jadi inisiatif saya mengambil bahannya dari dalam kawasan,” katanya. (mlo/red)

Tinggalkan Balasan