Combine Harvester Milik Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Jadi Ajang Bisnis Kelompok Tani? - Sinarlampung.com

Combine Harvester Milik Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Jadi Ajang Bisnis Kelompok Tani?

Spread the love

Banten (SL)-Combine Harvester mesin pemanen padi yang di pinjam dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang. Provinsi Banten oleh oknum Ketua Kelompok Tani yang di ketuai Uun di wilayah Desa Pesanggrahan, Kecamatan Munjul diduga sarat penyimpangan. Pasalnya, alat meain pemanen tersebut di pindah lokasikan keluar Kabupaten Pandeglang Tepatnya di Kampung Barengkok hilir Rt 020/Rw 002 desa Bejod, Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Banten.

Korban

Dalam keterangan Sahri dan istrinya Eti kepada sinarlampung.com di kediamanya menerangkan bahwa benar telah menyerahkan sejumalah uang kepada Hasan Basri yang melalui Ahyani sejumlah Rp40 juta rupiah. “Saya menyerahkan uang senilai Rp40 juta kepada sodara Ahyani pada hari Minggu tanggal 24 pebruari 2019 lalu di kediaman Udin tepatnya di tambak ikan di wilayah Wanasalam,” kata Sahri.

Menurut Sahri, Hasan Basri menjanjikan memberikan satu unit alat pemanen padi. “Hasan Basri janji kepada saya ngasih 1 unit alat pemanen padi combine di wilayah Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Selang dua hari combine tak kunjung ada. Lalu saya desak Ahyani untuk segera mengadakan alat mesin pemanen rersebut,” katanya.

Singkat cerita, Sahri¬† di ajak oleh kerabat Ahyani, Udin dan Hasan Basri berangkat. Namun Sahri heran kok di bawa ke Labuan yang awalnya saya di janjikan ngambil di Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Ini malah di bawa ke Caringin tepatnya di BBI dinas Pertanian Pandeglang. “Disitu sudah disiapkan 1 unit combine merk Ranger oleh Uun dan kawan-kawan dan saya dipinta lagi uang sisanya senilai Rp10 juta karena memang saya sudah janji mau ngasih uang Rp50 juta untuk sewa selama dua tahun,” katanya

Dalam keterangan terpisah Ahyani mengaku benar telah menerima sejumlah uang senilai Rp40 juta dari Eti istri Sahri yang saat penyerahan di saksikan oleh Udin. “Benar saya telah menerima uang tersebut dari Ibu Eti yaitu istri Sahri yang bertujuan sewa alat mesin pemanen dari dinas pertanian kabupaten Lebak Banten,” katanya.

Namun saya juga dijanjikan alat mesin tersebut oleh pak Hasan Basri dan uang uang yang diterima dari Eti diserahkan kepada pak Hasan Basri, “Saya hanya menghitung nilai uang yang diberikan pada saya. Dan pada waktu itu saya hanya di kasih uang Rp800 ribu. Pak Udin juga dikasih Rp900 ribu oleh pak Hasan Basri. Itu hanya upah kami,” katanya.

Sementara Hasan Basri, dan Dinas Pertanian Pandeglan belum memberikan tanggapan terkait dugaan penyimpangan aset dinas tersebut di kelompok Tani tersebut.

Menanggai itu, Sujana, Ketua Umum JAM-P BANTEN (Jaringan Aspirasi Masyarakat Peduli Banten) mengaku pihaknya sudah menerima surat kuasa khusus dari pihak korban untuk mengawal atau melaporkan hal ini kepada pihak penegak hukum. “Saya sudah kumpulkan data-data dan para saksi untuk saya ajukan proses hukum. Karna pada dasarnya pihak pelaku sampai saat ini tidak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian pihak sodara saya Sahri.” katanya kepada sinarlampung.com Jumat 19/04/2019. (Imron)

Tinggalkan Balasan