Bocah Viral Dalam Vidio Dibantai Kelompok Berseragam Aparat itu Diduga Muhammad Harun Rasyid Pelajar SMP? - Sinarlampung.com

Bocah Viral Dalam Vidio Dibantai Kelompok Berseragam Aparat itu Diduga Muhammad Harun Rasyid Pelajar SMP?

Spread the love

Jakarta (SL)-Sejumlah korban meninggal akibat kerusuhan di Jakarta untuk menolak hasil pemilu presiden 2019 dalam Gerakan Kedaulatan Rakyat ternyata masih anak-anak. Salah satu korban adalah Muhammad Harun Rasyid, yang baru berusia 15 tahun. Bocah nahas ini warga Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari informasi yang beredar, bocah yang duduk di bangku sekolah SMP itu tewas diduga karena penganiayaan oknum aparat di Kompleks Masjid Al Huda. Jasad korban ada di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Derry menyampaikan, musibah yang menimpa keluarga memang dirasa sangat berat. Ayah Harun adalah orang yang paling terpukul dengan kematian anaknya. Keluarga masih bertanya-tanya, apa benar Harun adalah korban yang dianiaya polisi, seperti video viral yang beredar. Kejadian dalam video itu diduga dilakukan di halaman Masjid Al-Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Jakarta Pusat.

Dalam salinan video yang dilihat pada Jumat 24 Mei 2019, aparat yang mengenakan pakaian pengamanan, lengkap dengan rompi, tameng, dan helm mengeroyok seorang pemuda secara brutal. Mereka memukul, menendang, dan menghantam pemuda itu dengan pentungan, hingga senapan mereka.

Harun Dimakamkan di TPU Duri Kepa

Harun (15), korban meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat dikenal sebagai sosok yang keras. Meski begitu, almarhum dikatakan bukan anak nakal. Hal itu dikatakan Rahmat (24), sepupu Harun saat ditemui di rumah duka RT 09/ RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019). “Dia tergantung hatinya, jarang mau dengar arahan, dia keras orangnya. Tapi dia enggak bandel orangnya,” tutur Rahmat.

Sementara itu, Rahmat mengatakan keluarga almarhum sendiri tidak mengetahui kalau Harun ikut aksi kerusuhan 22 Mei. Sebab, kata Rahmat, Harun memang tidak biasa berpamitan jika hendak keluar rumah. “Dia anaknya jarang pamit, dia diajak teman-temannya itu keluar, hari Rabu,” ujarnya.

Menurutnya, pihak keluarga baru mengetahui kabar kalau Harun meninggal dunia pada Kamis (23/5) malam. Hal itu diketahui setelah Rahmat mendapat info dari grup WhatsApp pihak keluarga. “Tadi malam dikirim foto dari grup teman bapak. Dicek ke sana, ke RS Dharmais sama tetangga. Ternyata, di RS Dharmais enggak ada. Dicek ke rumah sakit Polri,” ujarnya.

Untuk diketahui, kekinian almarhum Harun telah dikebumikan di TPU Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hingga berita ini ditayangkan, belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab meninggalnya almarhum. (viv/sar/red)

Tinggalkan Balasan