BNN Akan Satukan Narapidana  Narkoba Ke Nusakambangan - Sinarlampung.com

BNN Akan Satukan Narapidana  Narkoba Ke Nusakambangan

Spread the love

Jakarta (SL)-Seluruh narapidana penyalahgunaan narkoba akan dikumpulkan dalam satu tempat. Badan Narkotika Nasional (BNN) memilih Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah, menampung mereka. BNN akan bekerjasama dengan Ditjenpas Kemenhumham.

“Jadi kami kerja sama dengan Ditjenpas (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan). Ada beberapa yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan,” kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko di The Opus Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.

Dia mengatakan kebijakan ini tak lepas dari kerusuhan lapas narkoba di Aceh. Pemindahan narapidana dianggap bisa mencegah peredaran narkoba oleh bandar di dalam lapas. Pihaknya juga telah mengajukan sistem tim asesmen terpadu (TAT) untuk napi narkoba. TAT diberlakukan agar seluruh napi terklasifikasi dengan baik. “Ini ada asesmen hukum dan medis. Di (aspek) hukum mereka ada terlibat jaringan atau tidak. Kedua medis sampai sejauh mana ketergantungannya,” ungkapnya.

Heru memastikan kapasitas Lapas Nusakambangan akan cukup. Pemindahan napi narkoba tak akan membuat Lapas Nusakambangan membeludak. Saat ini, di Lapas Nusakambangan terdapat 120 ribu napi narkoba. Sebanyak 60-40 persen di antaranya mereka yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Di sisi lain, peredaran narkoba di Tanah Air membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) prihatin. Terlebih, peredaran ini dimulai dari dalam lapas yang dikendalikan narapidana. “Jaringan yang luas sekali. Begitu luasnya sehingga orang di penjara pun bisa mengakomodasi sehingga orang di penjara bisa mengatur, apalagi orang yang bebas,” kata JK.

Dia mengatakan penyebarluasan ini akan berdampak pada kesehatan, ekonomi, psikologis hingga dampak hukum. JK menyebut narkoba sebagai kejahatan luar biasa. “Nusakambangan diisi antara lain gembong narkoba hingga teroris. Informasi yang berkembang dari Pak Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan 50 persen lapas diisi dari pecandu atau pengedar narkoba,” ujar dia.

JK berharap semua pihak memerangi narkoba. Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan BNN. “Keluarga, masyarakat, sekolah, tokoh agama dan juga lembaga-lembaga hukum harus terlibat,” jelas JK. (net/red)

Tinggalkan Balasan