BNM RI Desak Kalapas Terlibat Jaringan Narkoba Dihukum Mati?

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (SL)-Kalapas Kelas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie, yang terlibat jaringan Narkoba, yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung, saat ini sedang dalam proses persidangan. Kasus itu menjadi perhatian publik, termasuk Badan Anti Narkoba dan Maksiat Republik Indonesia (BNM-RI), yang minta pelaku dihukum mati.

Ketua BNM RI Fauzi Molanda meminta penegak hukum, Jaksa dan Hakim tidak main main, dan serius dalam menangani kasus itu. Karena kasus itu menjawab kabar peredaran Narkoba yang marak di Lapas.

“BNM RI minta hakim tidak main-main dalam perkara ini. Harus tuntutan maksimal hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Karena oknum Kalapas itu sudah tidak menjalankan amanah. Dan justru ikut menghancurkan kehidupan generasi dengan narkoba. Jadi saya kira pantas dihukum mati minimal seumur hidup,” kata Fauzi Molanda.

Menurut Fauzi, Jaksa dan Hakim yang menangani kasus persidangan oknum Kalapas itu, jangan sampai ada perasaan enak tidak enak, tapi harus melakukan penegakan hukum. “Karena kita khawatir terjadi ada perasaan enak tidak enak. Karena berdasarkan investigasi kita, salah satu hakim yang menjadi majelis dalam perkara itu pernah berkarir sebagai pegawai Lapas. Itu yang membuat kekhawtiran kita,” paparnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung telah menetapkan Kalapas Kelas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie sebagai tersangka terkait perkara aliran dana peredaran Narkoba. Bahkan, BNN RI juga melakukan pemeriksaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga mengatakan perkembangan penyidikan BNNP Lampung, pengembangan ungkap kasus jaringan Narkoba Lapas. “Sudah ada peningkatan dan telah ditetapkan sebagai tersangka, dia ditetapkan sebagai tersangka karena ada aliran dana. Tapi untuk kesalahan lainnya nanti biar pengadilan saja,” kata Tagam Sinaga, kepada wartawan,Senin, (21/5) lalu.

Sebelum ditetapkan tersangka, lanjut Tagam, pihaknya sudah menggelar perkara. “Tadi saya diminta oleh pak Richard untuk gelar perkara, kami sudah gelar perkaranya. Dan hari ini sudah kami terbitkan lagi untuk dilakukan pemeriksaan 3×24 jam,” kata dia.

Tagam mengungkapkan, bukti-bukti penetapan tersangka Kalapas II A Kalianda non aktif tersebut sudah ada. Namun, untuk mengkomplitkan sementara masih meminta keterangan saksi-saksi dan keterangan tersangka. “Di dalam pidana, penangkapan itu, kami lakukan dulu pemeriksaan selama 3×4 jam, kalau masih kurang 3×24 jam nanti kami tambah 6×24 jam, baru itu kita tentukan di tahan apa tidak,” pungkasnya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, melakukan penangkapan terhadap Kalapas II A Kalianda Lampung Selatan non aktif Muchlis Adjie. “Sudah ditangkap, saat ini penyidik sedang menjalankan wewenangnya untuk melakukan pemeriksaan dalam masa penangkapan 3×24 jam,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard PL Tobing. (Net/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *