Belum Lama PHO Jalan Provinsi Padang Cermin-Kedondong Rp160 Miliar Sudah Ambrol - Sinarlampung.com

Belum Lama PHO Jalan Provinsi Padang Cermin-Kedondong Rp160 Miliar Sudah Ambrol

Spread the love

Sharing is caring!

Pesawaran (SL)-Mega proyek infrastruktur pembangunan jalan ruas Padang Cermin-Kedondong, Kabupaten Pesawaran dengan panjang jalan 29,5 km yang menghabiskan anggaran Rp160 miliyar dengan metode Rigid/beton dan hotmix, belum lama PHO tetapi talut penahan tanah sudah banyak yang ambrol dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan diatasnya, Jumat (08/02/19).

Proyek yang dikawal dan diamankan TP4D Kejaksaan Tinggi Lampung yang seharusnya selesai Desember 2018, molor sampai pertengahan bulan Januari 2019 ini, menimbulkan masalah dengan bagunan siring dan takut penahan tanah yang banyak hancur, pada pekerja yang diburu untuk diselesaikan itu.

PT. Sang Bumi Ratu (SBR) sebagai kontraktor mengerjakan proyek pembangunan jalan yang merupakan akses pada tujuan pariwisata. Digaan sementara pengawas tidak mengawasi pekerjaan terhadap Sub Kontraktornya yang mengerjakan siring dan timbunan sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang kerusakan dan kurangnya material terutama semen dan pasir pada pengerjaan bangunan proyek tersebut. Terlebih saat ini musim hujan, sehingga talut penahan tanahnya banyak yang ambrol dan membahayakan pengguna jalan.

Penyusuran wartawan dilokasi Proyek,  melihat banyak temuan berupa bibir jaln hotmit,  dan rigit banyak yang ambrol. Para pekerja mengatakan bahwa adukan semen 1 banding 6 pasir untuk penalutan. Sub Kontraktor juga tidak bisa memberikan kejelasan pasti terkait adukan,  dan pengwadan

Salah satu Sub Kontraktor PT SBR pak Hasan mengatakan bahwa adukan semen dibuat 1 banding 7, “Kami juga nge Sub kerjaankan mau ambil untung,” kata Hasan.

Sementara kualitas talud rata rata, ukuran talut kurang dari 30 cm.

Sebelum PHO, Afan di dinas PU Propinsi Lampung, sebagai PPK, berjanji akan menegur rekanan dan meminta PT. SBR untuk memperbaiki kerusakan. Namun kini tidak ada realisasinya,  bahkan keadaan jalan masih rusak. (Agung Sugenta)

Tinggalkan Balasan