Belly Oktavia Tewas Akibat Overdosis Narkoba Dan Hubungan Intim Berkali-Kali - Sinarlampung.com

Belly Oktavia Tewas Akibat Overdosis Narkoba Dan Hubungan Intim Berkali-Kali

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Kematian Belly Oktavia (19) alias Via, warga Banjarsari, Natar, Lampung Selatan, yang ditemukan tewas dibawah pohon kelapa, areal Stadion Zainal Abidin Pagaralam (Stadion Jati), di pinggir jalan umum (Depan Stadion Jati), Dusun Simpur Jaya, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Rabu 6 Novemver 2019 sekitar pukul 6.00, lalu terungkap.

Baca : Gadis Asal Natar Beli Oktavia Ditemukan Tewas di Depan Stadion Kalianda

Korban yang tergeletak menggunakan kaus warna hitam dan celana panjang coklat muda, ditemukan posisi terlentang dan mulut terbuka, dan terdapat gigit kawat itu dibuang seorang pria, FS, warga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Via tewas akibat overdosis menggunakan sabu dan kelelahan bermain sex seharian.

FS alias PI, mengaku membuang mayat Belly Oktavia alias Via (19), kemudian menyerahkan diri ke Polsek Natar, dan kemudian dibawa ke Polres Lampung Selatan, 10 November 2019. Hasil pemeriksaan, keterangan FS sesuai dengan hasil autopsi dalam maupun luar tubuh korban. Pelaku dan korban sama-sama menggunakan narkoba jenis sabu.

“Pelaku dan korban ini positif amphetamine (sabu). Sebelum tewas, keduanya pesta narkoba dan berhubungan intim berkali-kali selama seharian penuh. Diduga kondisi korban kelelahan dan efek akibat narkoba hingga akhirnya meninggal (overdosis),” kata Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Try Maradona, Kamis (28/11/2019).

Setelah korban meninggal, pelaku panik dan kebingungan. Dia membawa tubuh korban berkeliling dengan mobil hingga akhirnya meletakkan jenazahnya di dekat Stadion Jati Kalinda yang menjadi TKP penemuan mayat. “Motif pelaku ini panik melihat korban sudah tak bernyawa. Pelaku kemudian menyerahkan diri karena takut diintimidasi,” katanya.

Dia kini ditahan dalam sel tahanan Mapolres Lampung Selatan. Pelaku dijerat dengan Pasal 340 kuhp juncto Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara. Sebelumnya Identitas Via dikenali setelah sang paman, Slamet Riyadi, melihat jasad korban di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. “Betul, (dia) keponakan saya. Nama panggilannya Via,” kata Slamet di RS Bob Bazar Kalianda, Rabu, 6 November 2019. Via pernah tercatat sebagai siswi SMAN 2 Natar.

Via pergi dari rumah sejak Senin malam, 4 November 2019. Keluarga tidak ada yang mengetahui tujuan kepergian Via. “Kata emaknya, dia pergi pukul 23.00 WIB,” ujar Slamet. Mayat Via kali pertama ditemukan dua warga yang hendak berolah raga, dengan ciri ciri rambut warna hitam panjang sebahu, tanpa mengenakan alas kaki. “Warga sekitar yang menemukan mayat wanita itu,” kata Kapolsek Kalianda Iptu Dedi Suhendi, di lokasi kejadian.

Awalnya, saksi Rona Sahpri (22), bersama Ahmad Dedi Sarbela (22), dan Ahmad Yasin (22), Mahasiswa STIE kalianda, warga Jalan Ragom Mufakat I, Kalianda, sedang berjalan kaki menuju stadion, untuk berolah raga. da mereka terkejut melihat mayat perempuan tanpa identitas, di pinggir Jalan. “Ya kami mau olah raga, dan melihat peremput tergeletak, lalu kami lapor polisi,” kata Rona, yang pertama melihat korban. (red/joe)

Tinggalkan Balasan