Bawaslu Pringsewu Gelar Media Gahering Hasil Pengawasan dan Pelanggaran Pemilu 2019 - Sinarlampung.com

Bawaslu Pringsewu Gelar Media Gahering Hasil Pengawasan dan Pelanggaran Pemilu 2019

Spread the love

Pringsewu (SL)-Bawaslu Kabupaten Pringsewu gelar Media Gathering publikasi hasil pengawasan dan penanganan pelanggaran pada pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019, di halaman Kantor Bawaslu, jalan Melati III No.3 Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Jum’at (5/7/2019).

Devisi Pengawasan dan hubungan antar Lembaga, Fajar Palephi dalam sambutannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut untuk mempublikasikan hasil dari kinerja dalam pengawasan bawaslu pada pelaksanaan pemilu 2019.

“Proses menangani pelanggaran pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Pringsewu, bawaslu bekerja sama dengan Gakumdu, serta pengawasan dari kawan-kawan insan pers,”ucapnya.

Lebih lanjut, Fajar memaparkan dari beberapa kegiatan pengawasan per tahapan pada Pemilu  2019 di Kabupaten, diataranya yakni pengawasan pemutakhiran data dan daftar pemilih. Dari pengawasan Bawaslu menemukan satu WNA yang masuk dalam DPT di Kecamatan Pringsewu. Selanjutnya pengawasan verifikasi partai politik mulai dari pendaftaran dan penelitian administrasi peserta pemilu.

“Dalam pengawasan kami, Bawaslu menemukan satu Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kecamatan Pringsewu, selanjutkan langsung kami kordinasikan dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu untuk segera di keluarkan dari DPT,” jelasnya.

Kemudian Ia juga juga menyampaikan hasil pengawasan tahapan kampanye, serta temuan dan penanganan pelanggaran Bawaslu di Kabupaten Pringsewu yang berjumlah 11 kasus,  terdiri dari 4 pelanggaran administrasi dan 7 pelanggaran pidana (3 temuan dan 4 laporan).

Azis Amriwan, M.Si mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu dalam sambutannya menyampaikan permohonan maafnya, apabila semasa melaksanakan tugas di Bawaslu dalam pengawasan pemilu tahun 2019 terdapat kekurangan.

“Dalam melaksanakan pengawasan pada proses pemilihan umum 2019 pastinya masih banyak kekurangan. Untuk itu kedepannya diharapkan dapat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Diketahui, Aziz yang belum lama ini mengundurkan diri dari keanggotaannya, dikarenakan telah mendapatkan Surat Keterangan Pegawai Negeri Sipil sebagai Dosen di Unila. Aziz resmi mengundurkan diri terhitung tanggal 1 Juli 2019. (Wagiman)

Tinggalkan Balasan