Bawaslu Lamtim Jelas APK Yang Legal Untuk Kampanye 2019

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Timur (SL)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur, menjabarkan 12 Alat Peraga Kampanye (APK) yang di perbolehkan dalam berkompanye pada pemilihan umum, pada 17 April tahun 2019 mendatang. Kamis (10/01/19).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur, Uslih mengatakan dalam (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) PKPU No.23 tahun 2018, menyebutkan tentang kampanye pemilihan umum tahun 2019. Dalam bahan kompanye, yaitu 12 bahan kompanye, yang sudah di atur dalam undangan pemilihan umum tentang apa saja yang di perbolehkan dalam kampanye, “Yang pertama selebaran (flyer), yang kedua, Brosur (liaf let), ketiga, Fam flet keempat Foster, kelima, stiker dan ke enam Pakaian,” ujarnya diruangan.

Ia juga melanjutkan, ditambah lagi ketujuh Penutup kepala kedelapan Alat minum atau makan, sembilan Kalender, sepuluh Kartu nama dan ke sebelas Pin (tanda) serta yang terakhir Alat tulis (pena, buku, dll).

Dari mulai pencegahan, pengawasan, penindakan sesuai tugas Bawaslu Kabupaten, sejauh ini belum ada menemukan pelanggan politik yang terjadi di Lampung Timur. “Sampai saat ini belum ada laporan yang menjerumus ke pelanggan politik, karena kami selalu berkomunikasi baik secara internal maupun terhadap penegak hukum,” ujarnya.

Masih di katakan Uslih, selain tidak menemukan pelanggaran, kami dari Bawaslu menghimbau untuk tidak memasang APK seperti di rumah ibadah, gedung pemerintah, lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, karena itu semua sudah diatur dalam undang-undang KPU dan masing-masing desa sudah menentukan post atau tempat untuk memasang bener atau baleho.

“Kami menghimbau kepada Partai Politik (Parpol) yang menjadi peserta pemilu 2019, untuk menaati semua peraturan yang ada, dan jangan memasang APK di pepohonan, karena itu salah satu dianggap mengganggu ketertiban umum dan KPU sudah menentukan zona yang bisa digunakan ,” tegasnya, yang menjamin Bawaslu kabupaten akan bekerja secara maksimal dari mulai penetapan masa kompaye 23 September 2018 sampai menjelang masa akhir tenang 13 April 2019, mendatang. (Wahyudi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *