Bawa DD Rp180 Juta, Peratin Jadi Korban Pecah Kaca

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Barat (SL) – Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Kali ini, menimpa mobil Toyota Avanza nomor polisi BE 2360 MB yang ditumpangi Peratin Pekon Sukabanjar, Kecamatan Lumbokseminung, Hasimi. Mobil tersebut menjadi sasaran saat sedang parkir di salah satu rumah makan di Kelurahan Pasarliwa, Kecamatan Balikbukit, Jumat (9/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Diduga, pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang tersebut sudah membuntuti kendaraan yang ditumpangi peratin usai mencairkan uang dana desa sebesar Rp180 juta dari Bank BRI cabang Kelurahan Waymengaku. Beruntung, berkat kehati-hatian korban, uang tersebut tidak disimpan di dalam mobil sehingga aksi pelaku gagal lantaran hanya berhasil membawa sebuah tas yang berisi beberapa kertas dan proposal.

“Alhamdulillah, uangnya tidak saya simpan di mobil, jadi ketika hendak makan siang, saya minta bendahara agar uang itu dibawa ke dalam saja, karena kami juga khawatir kalau mau ditinggal. Beruntung saat kejadian tidak ada barang yang hilang, hanya sebuah tas yang berisi proposal,” ungkap Hasimi saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, saat dikonfirmasi sopir kendaraan atas nama Sukarno (46) warga Pekon Sukabanjar Kecamatan Lumbokseminung, mengaku kaget ketika salah satu pengguna jalan memberitahu bahwa kaca mobil yang diparkirkannya tepat di depan rumah makan tersebut sudah pecah.

“Saya kaget, memang ada kendaraan yang membunyikan klakson berulang kali, saya kira karena ada macet, tidak tahunya pengendara itu melihat kaca mobil saya sedang dipecahkan pelaku, dan saat itu saya baru sadar ketika ada salah satu pengguna jalan mengahmpiri saya dan bertanya, ‘Itu mobil bapak bukan, dan ketika saya lihat ternyata kacanya sudah pecah,” ungkapnya.

Sementara pantauan di lapangan, beberapa menit usai kejadian aparat kepolisian sektor (polsek) Balikbukit yang dipimpin Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Ipda Jamalion langsung melakukan langkah penyelidikan di lokasi. Di antaranya mengecek keberadaan Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). “Kami masih melakukan penyelidikan, dengan mencatat beberapa keterangan saksi, dan secepatnya kita berupaya lakukan pengungkapan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *