Bantuan Alat Pertanian Dinas Pertanian Pandeglang Sarat Penyimpangan - Sinarlampung.com

Bantuan Alat Pertanian Dinas Pertanian Pandeglang Sarat Penyimpangan

Spread the love

Banten (SL)-Dugaan penyimpangan alat bantuan Dinas Pertanian Pandeglang Banten, juga terjadi di bantuan Hand Traktor. Oknum Dinas menggunakan Kelompok Tani untuk menjual bantuan Hand Traktor tersebut, sementara modusnya menggunakan proposal bantuan pinjam ke Dinas Pertanian.

Ketua Kelompok Tani, Sarpan, buat pernyataan.

Penyusuran sinarlampung.com, Sarpan, Ketua Kelompok Tani Berkah, Kampung Laban Rt 05 Rw 03 Desa Pada Herang menjual hand traktor bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Banten kepada warga dengan harga Rp16 juta. Namun kepada pembeli Sarpan memberikan Hand Traktor seken (bekas,red).

Amin, warga Kampung Kihara Rt,02 Rw,01 Desa Pada Herang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, yang mengaku telah membeli satu unit hand traktor merk kubota 8,5 pk, dari ketua kelompok tani berkah Sarpan dengan harga Rp16 juta pada bulan September 2018 lalu.

“Saya beli traktor sudah hampir tujuh bulan yang lalu. Pada waktu itu saya ngasih uang DP kepada Sarpan senilai Rp5 juta di lakukan pembayaran di rumah saya. Selang beberapa hari lalu saya diajak berangkat ngambil traktor ke Caringin Labuan tepatnya di BBI. Waktu saya mau bawa traktor tersebut ternyata traktor bekas pakai lalu saya komplen kepada Sarpan,” kata Amin.

Kepada Amin, Sarpan menyatakan sementara gunakan saja dulu traktor bekas. “Pakai pegang aja dulu, nanti setelah saya dapat traktor baru dari program hibah baru saya ganti,” kata Amin, menirukan ucapan Sarpan. “Sarpan menjanjikan mengganti teraktor yang baru kepada saya di bulan sebelas yaitu bulan oktober 2018 sampai bulan ini sudah bulan april 2019 belum di ganti juga,” kata Amin kepada sinarlampung.com, Senin 15/04/2019.

Namun, akhirnya terkuak, bahwa hand traktor yang ditangan Amin pun ternyata bermasalah. Traktor yang di jual belikan oknum kelompok tani tersebut ternyata bentuk pinjaman atau pinjam pakai yang melalui proses proposal pinjaman kelompok Tani Kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang. Mengetahui malasah itu, Amin lalu menuntut Sarpan untuk mengembalikan uangnya.

Terpisah Sarpan mengakui bahwa diri telah menjual belikan hand traktor kepada Amin dengan aejumlah uang Rp14 juta. “Saya benar mengaku salah dan saya juga berjanji akan segera mengembalikan uang yang telah saya terima dari sodara Amin,” kata Sarpan kepada media sinarlampung.com Selasa 16/04/2019.

Pembayaran terakhir, kata Sarpan, pelunasan dilakukan di kantor BBI yang di saksikan dede anak Amin dan di ketahui oleh slah satu pegawai dinas pertanian berinisial UN. Uang di serahkan senilai Rp11 juta. Untuk kepercayaan pubic Amin telah membuat pernyataan yang isinya bahwa benar telah melakukan transaksi jual beli hand traktor dinas pertanian dari oknum poktan.

Carut marut bantuan alat pertanian di Dinas Pertanian Pandeglang, mendapat perhatian Imron Ketua Ormas Gaib-P (Gema Anak Indonesia Bersatu Perjuangan). Menurut Imron, pihaknya sudah mengamankan surat pernyataan dari pihak korban Amin untuk segera melaporkan kepada pihak penegak hukum.

“Saya juga sudah mengetahui banyak hal penyimpangan yang dilakukan oleh oknum kelompok tani khususnya di wilayah kecamatan Angsana,” ungkapnya kepada wartawan sinarlampung.com di kantor DPC Gaib Perjuangan, Senin 22/04/2019. Sementara Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang belum bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan