Bang Roni - Sinarlampung.com

Bang Roni

Spread the love

Oleh: Wirahadikusumah

Fotografer media massa di Lampung, pasti mengenal orang di sebelah saya ini. Jika tidak kenal, fotografer itu berarti “mainnya kurang jauh”. Atau “pulangnya kurang malam”. Atau juga, fotografer itu “orang baru” yang terjun di dunia fotografi jurnalistik di Lampung.

Sebab, orang di sebelah saya itu sudah cukup lama mendedikasikan diri di dunia fotografi. Jauh sebelum saya menjadi jurnalis. Sejak zaman kamera masih menggunakan film, ia sudah malang-melintang di dunia fotografi. Saya pun menjadi salah satu pengagum karya fotonya. Terutama yang berjenis foto spot.

Sebab, tak perlu lagi sepertinya menambahkan caption. Di foto spot yang dipotretnya. Karena fotonya sudah “berbicara”. Orang yang melihat fotonya bisa langsung mengerti. Menceritakan tentang apa. Karena, unsur 5W +1H sudah terpenuhi. Di foto spot yang dipotretnya.

Saya pernah mendengar dari beberapa orang, ia adalah fotografer yang rela menunggu berjam-jam lamanya, demi mendapatkan momentum menarik untuk dipotret. Karenanya, tak heran jika karya fotonya dahulu pernah meraih juara pertama se-Jawa Pos Group.

Saya pun banyak belajar mengenai fotografi dengannya. Tapi sebatas menambah wawasan saja. Tidak sampai praktek memotret. Lalu, siapa nama orang ini? Bagi yang belum mengenalnya saya beritahu. Namanya Syahroni Yusuf. Saya biasa memanggilnya dengan sebutan Bang Roni.

Banyak kesan yang saya dapat selama mengenalnya. Tak hanya soal fotografi. Tapi juga soal kepedulian terhadap kawan. Saya ingat beberapa tahun lalu. Bagaimana pedulinya ia dengan saya. Ketika ada berita yang saya buat dahulu sempat membuat geger. Sehingga kala itu banyak oknum yang mencari-cari saya.

Selain Helena -wartawan Harian Kompas yang dulu bertugas di Lampung-, Bang Roni juga menunjukkan kepeduliannya kepada saya. Kala itu, keduanya menelepon saya. Memperingati agar berhati-hati. Karena mendengar informasi yang membahayakan saya. Akibat berita yang saya buat.

Bahkan kala itu, Bang Roni melalui telepon meminta saya menemuinya. Di restaurant Begadang II. Selain memeringati untuk berhati-hati, ia juga menyarankan saya untuk “menghilang” beberapa saat. Hingga situasi saat itu kondusif. “Hati-hati Wir. Apalagi lu hunting bawa motor, bisa aja ada yang sengaja menabrak lu dari belakang,” pesannya kala itu.

Banyak kesan lainnya yang saya dapat dari Bang Roni. Akan panjang sekali tulisan ini jika saya tulis semuanya. Pastinya, ada pesan yang saya selalu ingat mengenai fotografi darinya. Begini pesannya: Dalam memotret itu hanya tiga saja intinya. Yakni, melihat, berpikir, melakukan. Itu saja. Jadi, tidak boleh asal jepret!

Melalui tulisan ini, saya pun berterima kasih kepadanya. Atas semua kesan baik dan ilmu yang diberikan kepada saya. Semoga keselamatan, kesehatan, dan kesuksesan, selalu menyertainya. Terima kasih Bang Roni!(Wirahadikusumah)

Tinggalkan Balasan