Balita Terdampak Stunting, Pemkab Tanggamus Terkesan Cuek - Sinarlampung.com

Balita Terdampak Stunting, Pemkab Tanggamus Terkesan Cuek

Spread the love

Tanggamus (SL)-Alqufron, balita penderita gizi buruk (stunting), kondisinya semakin memprihatinkan. Balita berusia 19 bulan, putra dari Rodimah, warga Pekon Sampangturus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus ini, masih tergolek lemas di pangkuan ibunndanya dengan tubuh yang demikian kurus, ibarat kulit hanya membalut tulang.

Alqufron, balita penderita stunting di Tanggamus dalam pelukan ibundanya

Namun, kondisi yang dialami Alqufron hingga saat ini, belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Kepada sinarlampung.com, Kamis, (31/10/2019, ibunda balita penderita stunting ini, Rodimah, sangat berharap uluran tangan dari berbagai pihak, khususnya pemkab setempat, akan kesembuhan buah hatinya.

“Saya sangat menginginkan kesembuhan anak saya seperti keadaan bayi seusianya yang dalam keadaan normal. Supaya sehat. Mudah-mudahan ada donatur atau pemerintah yang peduli dengan
anak saya untuk berobat ke rumah sakit” ungkapnya lirih, di kediamannya.

Kondisi demikian justru berbanding terbalik dengan program Pemkab. Tanggamus yang saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi tentang penanganan dan pencegahan stunting.

Dari sumber yang dihimpun, pemerintah pusat melalui Kementrian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat  No.050/840/Bangda, tertanggal 12 Febreruari 2018, yang menetapkan 1000 desa lokus stunting pada 60 kabupaten, termasuk salah satunya Kabupaten Tanggamus memiliki lokus stunting pada tahun 2019.

Terkait hal itu, Pemkab Tanggamus juga telah menerbitkan SK Bupati Tanggamus No.B.129/35/03/2019 tentang Tim Koordinasi Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten Tanggamus dan diperkuat dengan  Perbub No.23 tahun 2019. (tim)

Tinggalkan Balasan