Bachtiar Basri Enggan Tanggapi Mangkraknya Bangunan Kota Baru

Spread the love

Sharing is caring!

Lampung Selatan (SL) – Bangunan Megah 2 lantai dengan artistek yang mengagumkan di Kota Baru Jati Agung Lampung Selatan, kini mangkrak. Bahkan bangunan yang telah menelan anggaran ratusan miliar itu kondisinya mulai mengkhawatirkan. Sebab, banyak bagian bangunan yang sudah rusak, baik bagian tiang, dinding, plafon, pintu dan bagian lainnya.

Lalu apa tanggapan Pemprov Lampung terkait mangkraknya bangunan megah ini? Wakil Gubernur Lampung H. Bachtiar Basri, SH, MM, saat dimintai tanggapannya usai membuka Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Kota Baru Jati Agung, Selasa (6/11/2018), enggan memberi tanggapan.

Berkali -kali soal bangunan megah di Kota Baru yang mangkrak, Bachtiar dia. Dia hanya mengatakan jangan komenter soal gedung kota baru. “Komentar saja soal KRTI,” ujar Bachtiar.

Bahkan wartawan yang ingin memburu minta tanggapan Wagub, ajudan Bachtiar memberi kode dengan menowel wartawan. Tapi sambil berjalan, Bachtiar mengucapkan bahwa dirinya baru kali ini menginjakkan kaki di areal rencana perkantoran Gubernur Lampung di Kota Baru.

Menurut pantauan , lokasi Kota Baru, Selasa (6/11), kondisi sejumlah bangunan perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung di Kecamatan Jati Agung itu kini sangat memprihatinkan.

Plafon dan lantai gedung banyak yang rusak. Tiga gedung megah berlantai 2 yang dibangun untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) banyak yang rusak.

Ada satu gedung berlantai dua mengalami kerusakan paling parah. Plafon yang terbuat dari gypsum banyak yang jebol.

Di lantai satu gedung berbentuk persegi panjang dengan tiga ruangan ini hanya ruang tengah saja yang plafonnya masih terlihat utuh.

Sedangkan plafon dua ruangan di sisi kiri dan kanan banyak yang rusak. Lantai-lantai di tiga ruangan penuh dengan sampah dan kotoran dan tampak cokelat.

Kamar mandi di lantai satu yang berada di dekat tangga keramiknya banyak yang pecah. Sedangkan tiga tempat toilet hilang. Saat acara KRTI, panitian berjuang keras membersihkan lantai, WC dan kamar mandi. Tidak ada air yang mengalir di bangunan megah ini, sehingga panitia KRTI mendatangkan air dari luar. (warta9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *