April Lizwar Sebut Ketua KPU Pesisir Barat dan Tiga Anggotanya Terindikasi Suap - Sinarlampung.com

April Lizwar Sebut Ketua KPU Pesisir Barat dan Tiga Anggotanya Terindikasi Suap

Spread the love

Sharing is caring!

Pesisir Barat (SL)-Caleg Partai Demokrat Pesisir Barat, April Lizwar bersyukur KPU Kabupaten Pesisir Barat menuduhnya telah berupaya menyuap mereka, supaya masuk daftar calon sementara (DCS) Pileg 2019. Hal itu menunjukkan bahwa KPU mengakui soal suat yang dilaporkan DKPP RI.

“Berarti, KPU mengakui ada suap-menyuap itu. Sayangnya, justru praktek haram itu yang ingin dibongkarnya lewat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI yang sedang dalam proses.” kaya anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat ini, kepada wartawan, Kamis (21/3).

Komisioner yang dilaporkan April Liswar bersama Al Muhdar adalah Yurlisman (ketua), Tulus Basuki, Yulyanto dan Jefri atas sangkaan melakukan pencoretan bakal calon legislatif (bacaleg) di luar prosedur.

April, salah seorang penggagas pemekaran Kabupaten Pesisir Barat, merasa telah terzolimi oleh KPU Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) sehingga tak masuk DCT pada Pilgub 2019. “Saya legowo, tapi praktek-praktek yang diduga penyalahgunaan kekuasaan harus dibongkar demi masyarakat Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.

Diceritakan warga asli kabupaten terbungsu di Provinsi Lampung ini, dengan tuduhan KPU Pesisir Barat, hal itu merupakan bukti KPU sendiri yang mengatakan amplop tersebut untuk memengaruhi DCT. Sebelumnya, dia mengaku tak mengetahui apa tujuan titipan rekannya, Towil,untuk disampaikan kepada Tulus dari KPU Kabupaten Pesisir Barat.

Dia mengaku kaget setelah tahu tidak masuk DCS pada 11 Agustus 2019, sehari setelah penetapan DCS sesuai BAHP yg dibuat KPU itu sendiri. Ternyata, titipan rekannya itu, terkait DCT.

Sebelumnya, Yulyanto, komisioner KPU Kabupaten Pesisir Barat, mengatakan telah melakukan percobaan penyuapan terhadap penyelenggara pemilu. Atas perbuatan mereka, kami sedang mengumpulkan data pendukung untuk melaporkan mereka ke Polda Lampung dengan tuduhan pencemaran nama baik,” katanya, Rabu (20/3). (red)

Tinggalkan Balasan