Anggota DPRD Lampung Sebut OTT KPK Terhadap Iparnya Khamami Cari Cari Kesalahan? - Sinar Lampung

Anggota DPRD Lampung Sebut OTT KPK Terhadap Iparnya Khamami Cari Cari Kesalahan?

Spread the love

Sharing is caring!

Mesuji (SL)-Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Partai Nasdem. Budi Yuhanda, adik Ipar Bupati Mesuji (non aktif) Khamami, mengaku kecewa dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Khamami.  Budi Yuhanda menuding KPK terkesan mencari cari kesalahan kakak iparnya karena kewenangannya.

Saat kampanye di Mesuji

Hal itu diungkapkan Budi Yuhanda, di hadapan masyarakat, saat menjadi juru kampanye Parpol Nasdem di Desa Margo Rahayu, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, pada 18 Februari 2019, sesuai jadwal dalam STTP Polres Mesuji. Budi Yuhanda sebagai juru kampanye pemenangan Caleg dan Pilpres 2019.

“Saya kecewa atas tindakan KPK terhadap kakak ipar saya Khamami. KPK mencari cari kesalahan lantaran KPK diberi kewenangan penuh untuk mengikuti serta mencari cari kesalahan Bupati. Apakah kita ini ada yang gak pernah berbuat salah? sayapun kalau dicari kesalahanya pasti ketemu, apalagi kalau dari setahun yang lalu atau dua tahun yang lalu, pasti ketemu, begitulah cara kerja KPK. Ini luar biasa, karena KP) di beri kewenangan, di ikuti dicari kesalahanya, bahkan sebenarnya kesalahan yang tidak perlu atau tidak ada kaitanya dengan pak Bupati tetap saja ditangkap karena itu adalah adiknya,” ujar Budi Yuhanda, seperti teream dalam vidio yang beredar di media sosial, durasi dua menit tiga puluha tujuh detik (2.37).

Masih dikatakan Budi, mengenai ditangkapnya Topik dalam OTT, KPK berasumsi, jika apa yang dilakukan adiknya (Topik) pasti atas suruhan sang Kakak. “Kan kita bisa mengira bahwa tidak mungkin kalau itu tidak diberikan kepada pak Bupati, karena itu adalah adiknya. Begitulah kejadian sebenarnya, karena sampai jam 12 malam, pak Bupati masih menerima tamu dirumahnya,” katanya.

Budi Yuhanda juga menyampaikan, jika hingga saat ini Khamami tidak mengakui dengan apa yang dilakukan adiknya tentang dugaan suap tersebut adalah perintahnya. Dan status Bupati Mesuji Khamamik hanyalah saksi dan bukan tersangka. “Sampai hari ini, pak Bupati tidak ada meng-iya-kan kegiatan tersebut, tetapi oke lah biarkan proses hukum yang berjalan. Inikan proses hukum masih berjalan, dan belum ditetapkan sebagai tersangka, ini masih proses penyidikan sebagai saksi,” ungkapnya.

Dihubungi Sabtu (23/2) malam, Humas KPK Febriansyah belum memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut. (red/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *