Anggaran KPPS Se-Lampung Tengah Diduga Disunat? - Sinarlampung.com

Anggaran KPPS Se-Lampung Tengah Diduga Disunat?

Spread the love

Lampung Tengah (SL)-Anggaran KPPS se-Lampung tengah diduga disunat. Nilai potongan bervariatif, di masing masing KPPS, diduga dilakukan oleh pihak PPK dan PPS sebelum tiba di KPPS. Rata rata pemotongan berkisar Rp200-Rp500 ribu, per TPS, diluar dari PPh yang tertuang dalam Pasal 21.

Sekretaris KPU Lampung Tengah

Penyusuran wartawan, dan informasi dari pihak KPPS dii berbagai TPS mengaku anggaran termasuk honor dan uang makan mereka tidak sama masing masing TPS. Di Kecamatan Terbanggi Besar misalnya, ada TPS yang hanya menerima dalam rincian Belanja ATK Rp213.150, Konsumsi Rp587.250, Belanja Triplek Rp365,400, sewa Tarup Rp658.000 dan sewa kursi Rp94,000, dengan total yang diterima dalam rincian Rp1.917.800.

Sedangkan untuk honor Ketua KPPS Rp517.000, Rp470.000 x 6 orang anggota PPS, Rp376.000 x 2 orang Linmas, dengan total Rp4.089.000. Ditambah biaya konsumsi menjadi Rp6,060,800. dari nilai itu dana tersebut dipotong lagi sebesar Rp173.800, jadi yang diterima oleh KPPS hanya Rp5,887.000.

Nilai itu berbeda untuk TPS 03, Kampung Kecamatan Padang Ratu yang hanya menerima Rp5.589.000 ribu, dengan rincian Rp4.089.000 untuk honor, Rp700,000 untuk tenda dan Rp800,000 untuk konsumsi, ada juga TPS yang menerima Rp5.200.000 ribu di kecamatan yang sama.

Ironis, Kecamatan Terbanggi Besar dekat dengan Kantor KPU, sementara Kecamatan Padang Ratu lebh jauh, tapi potongan lebih besar.Temuan berbeda di TPS 11 Kecamatan Rumbia, petugas KPPS menerima nilai Rp5.800 ribu rupiah dan banyak lagi KPPS yang terima dana honor dan konsumsi tidak sesuai dengan sebenarnya.

KPPS menerima dana yang sudah disiapkan oleh PPS di masing masing kampung, tanpa diberitahu jumlah anggaran yang sebenarnya “Kami cuma disuruh ngambil yang sudah ada nama KPPS atau TPS saja, tidak diperbolehkan untuk mengetahui berapa gelobal anggaran yang sebenarnya”, ungkap salah satu KPPS.

Sementara itu Ketua KPU Lampung Tengah Budi Hadi Yunanto, saat diwawancarai mengenai besaran anggaran yang sebenarnya, dirinya enggan berkomentar lebih “Silahkan hal tersebut tanyakan kepada yang membidangi yaitu, kesekretariatan,” kata Ketua KPU terkesan tak mau tau soal anggaran.

Sementara Sekretaris KPU Lampung Tengah Mirseptowi, mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu urusan tersebut. Dia akan menjelaskan ketika SPj dari mereka (PPK red) sudah dikumpulkan, karena saat ini sebagian dana yang diturunkan kebawah hanya sebagai uang muka. “Saya tidak tahu, nanti saja berapa anggaran yang diturunkan kebawah, itu masih uang muka semua, kalau SPj nya sudah dikumpulkan, baru saya tau,” kata Mirseptowi, terdengar sedikit gugup.

Dia menambahkan, bahwa ada maksud tersendiri dengan tidak memberitahukan besaran gelobal anggaran yang diterima oleh KPPS, yaitu agar untuk memberikan pelajaran bagi jajarannya dibawah yang  selalu membuat ulah (memotong dana red), “Ya agar rekan- rekan media menginvestigasi dan melaporkan PPK dan PPS ke penegak hukum. Niat saya akan memberikan efek jera kepada jajaran saya dibawah kususnya PPK yang selalu melakukan pemotongan dana yang akan disalurkan ke KPPS,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan