Anggaran BUMkam Tri Makmur Jaya Dua Tahun "Mak Jelas" LSM PPPI Akan Laporkan Aparat Kampung ke Penegak Hukum - Sinarlampung.com

Anggaran BUMkam Tri Makmur Jaya Dua Tahun “Mak Jelas” LSM PPPI Akan Laporkan Aparat Kampung ke Penegak Hukum

Spread the love
Tulang Bawang (SL)-Anggaran bantuan Badan Usaha Milik Kampung (Desa,red) (BUMKam) Artha Bina Makmur, milik Kampung Tri Makmur Jaya, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, selama dua tahun (2016-2017), bernilai ratusan juta, diduga fiktif, dan dijadikan bancaan aparatur Kampung.
Bukti tanda terima dan keluar masuk keuangan ditunjukkan Ketua BUMkam

Dari total bantuan tahun 2016 Rp100 juta, dan tahun 2017 Rp60 juta, total Rp160 juta, tidak dikelola oleh Ketua BUMkam. Sempat ada yang diserahkan Ketua BUMKam yang ada di tahun 2017, itupun hanya Rp40 juta, yang diminta dibelikan sapi.

Ironisnya sapi yang dibeli itu, diminta Kepala Kampung untuk diserahkan kepada warga kampung lain, dengan jarak harus melewati dua kampung. Kuat dugaan anggaran itu penyimpangan anggaran BUMkam itu melibatkan Kepala Kampung dan Sekeratris Desa.

Atas temuan itu, Sekertaris Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Perjuangan Indonesia (LSM-PPPI) Kabupaten Tulang Bawang akan melaporkan oknum aparat pemerintahan Kampung Tri Makmur Jaya, Kecamatan Menggala, ke Kajari Menggala, terkait dugaan korupsi Dana BUMdes hingga ratusan juta.

Sekretaris di LSM PPPI, Hadi Jaya mengatakan ada anggaran ratusan juta untuk meningkatkan pendapatan khususnya di tingkat perkampungan dari hasil usaha yang di jalankan oleh BUMKam Artha Bina Markur. Tapi  kenyataannya, uang yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hanya di jadikan ajang untuk memperkaya diri sendiri oleh para oknum aparatur pemerintahan Kampung Tri Makmur Jaya.

Kuat dugaan akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para oknum aparatur pemerintahan kampung Tri Makmur Jaya dapat di pastikan negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah karena anggaran BUMkam di tahun 2016 sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan di tahun 2017 di anggarkan sekitar Rp60.000.000,- (enam puluh juta rupiah,) dari anggaran dua tahun tersebut sama sekali tidak ada yang di jalankan programnya.

Hadi Jaya, mengaku geram dan akan menindaklanjuti hasil investigasi dan menyiapkan bukti-bukti yang menyangkut dugaan tindak pidana korupsi ini. “Kami secepatnya melaporkan kepihak berwajib,” katanya saat berkunjung kerumah team sinarlampung.com di komplek kantor Pemda tuba Sabtu (11/05) sekitar pukul 14.00 Wib.

Dikonfirmasi Aparat Kampung Tri Makmur Jaya Marah?

Jaja Sujana (53), kepala Kampung Tri Makmur Jaya, mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai dana yang di peruntukan untuk BUMkam tersebut, “Karena untuk mengawasi BUMkam saya serahkan urusan itu kepada sekretaris desa (sekdes) kalau memang mau minta klarifikasi cari saja ketua BUMkam-nya,” kata Jaja Sujana, pada sinarlampung.com dirumahnya,Minggu (12/05).

“Karena tugas dan urusan saya terlalu banyak dan bahkan yang lebih dari urusan itu (BUMkam/red) saya tidak nggak mengurusinya,” Tambah Jaja Sujana dengan nada sinis.

Sementara saat bersamaan, Sekertaris Kampung, Slamet Mulyono justru terlihat kesal, dan marah saat dimintai tangapan terkait dugaan penyimpangan anggaran BUMdes tersebut. “Tidak tahu saya, Memang masalahnya apa, dan urusan kalian ini apa kok mempertanyakan BUMkam kami. Kok sudah seperti inspektorat saja,” kata Slamet dengan nada tinggi.

Terpisah, Shobik, Kepala BUMkam Artha Bina Makmur mengakui bahwa dana tersebut hanya namanya saja yang Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah), Namun yang diterima dari Kepala Kampung Jaja Sujana, dengan mengutus Slamet Mulyono selaku sekdes hanya Rp35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah), untuk anggaran BUMkam tahun 2016.

Shobik menjelaskan bahkan uang BUMkam yang nominalnya Rp35 juta itu masih diminta kembali oleh Kepala kampung Rp10 juta, oleh pak Sekdes Rp10 juta dan Ketua Badan Permusyawarahan Kampung (BPK) Rp5 juta. “Uang itu juga kemudian diminta kembali oleh Kepala Desa, Sekdes, dan BPK, semua ada tanda terimanya,,” katanya sambil menunjukkan bukti pengeluaran kepada sinarlampung.com.

Sementara Dana BUMkam tahun 2017 yang nominalnya yang terima hanya Rp40 juta, dan di perintahkan oleh kepala kampung dan sekdes membeli dua ekor sapi, “Dan sapi yang dibeli itu disuruh kepala kampung di kelola oleh bapak Sugeng yang rumahnya berada di kampung Cempaka Jaya, yang jarak kampung itu harus melewati tiga kampung untuk bisa kesana,” katanya. (Mardi)

Tinggalkan Balasan