Andi Surya : Pembukaan Prodi Kewirausahaan Universitas Mitra Indonesia Mendorong Pengusaha Muda di Lampung

Spread the love

Sharing is caring!

Bandarlampung (SL) – Menelaah komposisi pengusaha di negara-negara dunia, berbeda antara satu dengan lainnya. RRC (China) jumlah pengusahanya 10% dari total penduduk, Singapura mencapai 7% (tertinggi di ASEAN) dan Malaysia mencapai 5%. Negara maju seperti Amerika Serikat mencapai 12%.

Bagaimana Indonesia? Andi Surya, Ketua Yayasan Universitas Mitra Indoensia menyatakan, menurut data, pengusaha di Indonesia baru mencapai 3,1% dari total penduduk. Komposisi ini sudah melewati angka kritis 2% walaupun masih jauh lebih rendah dibanding negara-negara tetangga kita di Asia. Melihat angka-angka pertumbuhan itu, kita prihatin karena secara prosentase Indonesia masih kekurangan entrepreneur yang handal.

“Universitas Mitra Indonesia terpanggil untuk membuka Program Studi yang berbasis Entrepreneurship. Keseriusan UMITRA Indonesia membuka program studi kewirausahaan ini untuk mengakselerasi munculnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh mengingat pertumbuhan ekonomi Lampung yang semakin membaik dari tahun ke tahun sehingga memerlukan pelaku-pelaku bisnis baru yang memiliki sandaran akademik yang kuat”, sebutnya.

“Oleh karenanya Prodi Kewirausahaan di UMITRA Indonesia merupakan pilihan tepat karena satu-satunya di Perguruan Tinggi Swasta di Lampung yang menyelenggarakan Prodi ini, cocok bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Sangat tepat untuk anak muda yang kreatif, kaya ide, penyuka tantangan dan ingin memiliki komitmen yang kuat membuka usaha,” lanjutnya.

Pada program studi ini mahasiswa diajar pengetahuan dan keterampilan antara lain; Kepemimpinan pengusaha  (entrepreneurial leadership); kreativitas, komunikasi yang efektif, networking, business calculation and risk management, inovasi bisnis, business plan, lingkungan bisnis nasional global, legal bisnis, ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Selanjutnya Andi Surya juga menjelaskan; “Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) merespon dengan memberikan alokasi dana (modal) dalam bentuk subsidi untuk mahasiswa khususnya yang sedang studi kewirausahaan yang mempunyai usaha atau rencana usaha. Namun mengingat keterbatasan dana, program dari pemerintah ini “dilombakan” melalui proposal yang harus dikirimkan oleh mahasiswa yang berminat”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *