Alkes dan Fasilitas Tak Sesuai Kenaikian Tipe A RSUDAM Terindikasi "Aspal"? - Sinarlampung.com

Alkes dan Fasilitas Tak Sesuai Kenaikian Tipe A RSUDAM Terindikasi “Aspal”?

Spread the love

Bandar Lampung (SL)-Tipe Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUAM) yang sempat turun dari Tipe A ke Tipe B, kini dipaksanakan kembali ke Tipe A. Namun kenaikan tipe A ini tidak dimbangi dengan fasilitas, dan sarana dan pelayanan kelayakan disebut Tipe A, seperti yang di wajibkan dalam Permenkes No. 56 Tahun 2014.

Peralihan Tipe RSUD Abdoel Moeloek menjadi rumah sakit tipe A teridikasi “Aspal” itu dikarenakan Banyak peralatan yang tertera dalam lampiran permen tersebut yang belum dimiliki oleh RSUDAM. Namun,  Kasi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Lisna mengatakan alkes yang tidak tersedia tidak ada masalah, meskipun alat tersebut merupakan keharusan, salah satu contoh kelengkapan radiologi.

“Sebenernya pelayanan fluoroskopi bukan syarat wajib sebuah RS bisa masuk kelas A, asal sesuai PMK 56 th 2014 maka bisa ditetapkan,” kata Lisna saat dikonfirmasi mengenai proses penilaian yang bisa menjadikan rumah sakit pemerintah ini naik kelas, melalui pesan WhattApp. Selasa (12/11).

Saat ditanya bagaimana bisa naik tipe sedangkan alkes yang dibutuhkan pasien tidak tersedia. Pihaknya mengatakan akreditasi atau kenaikan tipe naik berdasarkan periodik. “Akreditasi dilakukan periodik setiap 3 tahun,” tambahnya.

Sementara Humas RSUDAM menyatakan saat ini RSAM adalah RS kelas B terakreditasi paripurna versi SNARS Ed1. Dan kini SK penetapan RSAM sebagai RS kelas A telah dikeluarkan oleh kementrian kesehatan berupa SK Dirjen Pelayanan Kesehatan no HK 02.02/I/1875/2019.

“Ketetapan sebagai RS kelas A dikeluarkan setelah ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan dilakukan telaah dan visitasi oleh tim kementrian kesehatan berdasarkan standar RS kelas A (dengan dasar PERMENKES no 56 tahun 2014) dengan berpedom dengan 4 aspek,” katanya.

“Empat aspek itu yaitu satu Jenis pelayanan, dua sumber daya manusia, tiga bangunan dan prasarana, dan empat peralatan. Dan Dengan dikeluarkannya SK tersebut berdasarkan Permenkes no 54 tahun 2014 maka RSAM memenuhi standar sebagai RS kelas A,” katanya.

Menurutnya, saat ini registrasi RSAM sebagai RS tipe A akan segera dilakukan. Bila masih ada peralatan yang saat ini belum dimiliki maka secara bertahap akan dipenuhi, “Seyogyanya kita ikut mensupport kenaikan kelas A RSAM ini sebab sebagai RS kelas A maka diharapkan kedepan bisa memberikan pelayanan secara paripurna bagi masyarakat Lampung sehingga dapat meminimalkan penanganan pasien untuk dirujuk ke Jakarta karna sudah mampu ditangani di RSAM,” katanya.

Penyusuran wartawan RSUDAM pada laboratorium tidak memiliki Fluoroskopi yang menjadi salah satu alat standar Lab radiologi rumah sakit Tipe A, tidak hanya itu fasilitas rumah sakit juga banyak yang tidak sesuai standar. Bahkan AC yang terpasang diruang pasien kelas III pun hanya menjadi pajangan, dengan kondisi yang tampak bagus namun tak berfungsi. Belum lagi tenaga medis, dokter ahli dan dn dokter tetap.

Sementara Persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebagai rumah sakit Kelas A berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 adalah:

Pelayanan Medik

Pelayanan medik minimal yang harus dipenuhi adalah :

  1. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam terus menerus.
  2. Pelayanan Medik Spesialis Dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi.
  3. Pelayanan Medik Spesialis Penunjang meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik.
  4. Pelayanan Medik Spesialis Lain meliputi pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik.
  5. Pelayanan Medik Subspesialis meliputi pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan gigi mulut.
  6. Pelayanan Medik Spesialis Gigi dan Mulut meliputi pelayanan bedah mulut, konservasi/endodonsi, periodonti, orthodonti, prosthodonti, pedodonsi, dan penyakit mulut.

Pelayanan Kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan, meliputi asuhan keperawatan generalis dan spesialis serta asuhan kebidanan. Pelayanan Penunjang Klinik meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua golongan umur dan jenis penyakit, gizi, sterilisasi instrumen dan rekam medik.

Pelayanan Penunjang Nonklinik meliputi pelayanan laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah, gudang, ambulans, sistem informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan air bersih.

Pelayanan Rawat Inap harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:

  • jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah
  • jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik swasta
  • jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah dan Rumah Sakit milik swasta.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia Rumah Sakit Umum kelas A terdiri atas:

1. Tenaga Medis

Tenaga medis paling sedikit terdiri atas:

  • 18 (delapan belas) dokter umum untuk pelayanan medik dasar
  • 4 (empat) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut
  • 6 (enam) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar
  • 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang
  • 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis lain
  • 2 (dua) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis
  • 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis gigi mulut.

2. Tenaga Kefarmasian

Tenaga kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b paling sedikit terdiri atas:
a. 1 (satu) apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
b. 5 (lima) apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh paling sedikit 10 (sepuluh) tenaga teknis kefarmasian;
c. 5 (lima) apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 10 (sepuluh) tenaga teknis kefarmasian;
d. 1 (satu) apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu oleh minimal 2 (dua) tenaga teknis kefarmasian;
e. 1 (satu) apoteker di ruang ICU yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) tenaga teknis kefarmasian;
f. 1 (satu) apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit; dan
g. 1 (satu) apoteker sebagai koordinator produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit.

Tenaga Keperawatan

  • Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan sama dengan jumlah tempat tidur pada instalasi rawat inap.
  • Kualifikasi dan kompetensi tenaga keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Tenaga Kesehatan Lain dengan jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Tenaga Nonkesehatan Jumlah dan kualifikasi tenaga nonkesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Peralatan Rumah Sakit

Peralatan Rumah Sakit Umum kelas A harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peralatan paling sedikit terdiri dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensif, rawat operasi, persalinan, radiologi, laboratorium klinik, pelayanan darah, rehabilitasi medik, farmasi, instalasi gizi, dan kamar jenazah.

Daftar Peralatan dapat dilihat pada Lampiran Permenkes No. 56 Tahun 2014. Termasuk tata laksana rumah sakit meliputi tatalaksana organisasi, standar pelayanan, standar operasional prosedur (SPO), Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), hospital by laws dan Medical Staff by laws. (joe/Red)

Tinggalkan Balasan