Aktivis Perlindungan Anak Akan Gelar Diskusi "Pembebasan" Tersangka Pembunuhan Anak di Bawah Umur Oleh Polres Lampung Timur - Sinarlampung.com

Aktivis Perlindungan Anak Akan Gelar Diskusi “Pembebasan” Tersangka Pembunuhan Anak di Bawah Umur Oleh Polres Lampung Timur

Spread the love

Lampung Timur (SL)-Lembaga dan aktivis perlindungan anak di bawah umur berencana melakukan Diskusi kepada Pemerintah Kabupaten dan aparat penegak hukum yang ada di Bumi Tuah Bepadan, Lampung Timur, terkait kasus kematian Rizki (13), pelajar Mts,  yang terjadi di Lampung Timur, Selasa (09/04/9) lalu.

Kasus  itu menjadi sorotan publik, hingga Pakar Hukum Pidana Universitas Lampung (Unila) mengingat hal tersebut adalah permasalahan serius yang terjadi di Kabupaten Lampung Timur dan akan berdampak luar biasa, pasca dua tersangka, ditanggungkan oleh Polres Lampung Timur.

Ketua Yayasan Advokasi kelompok rentan anak dan perempuan (AKRAP) Edi Arsadad, juga meminta Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menjelaskan kepada publik agar tidak menjadi polemik yang semakin meluas,  Selasa (14/05/19).

Edi Arsadad menyampaikan bahwa kasus itu adalah sebuah tindakan pidana atau penganiayaan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia, yang ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara. Lalu bagaimana penyidik mempunyai keyakinan sehingga memberikan penangguhan penahanan kepada para pelaku,  “Kapolres sebagai pimpinan tertinggi di level itu harus menjelaskan kepada masyarakat agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya polemik yang berkepanjangan dan tidak ada titik terang, bahkan isu menjadi liar, status hukum para tersangka ini bisa saja menjadikan preseden buruk bagi institusi kepolisian. Karena ini Lembaganya akan menngelar diskusi soal kasus itu.

Dalam diskusi yang berancana akan menjadi narasumber, adalah Chusnunia Chalim Bupati Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantaro S.ik Kapolres Lampung Timur, Rini Mulyati Ketua LPAI Lampung Timur, Ketua AKRAB Edi Arsadad, P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori. “Jangan sampai dengan adanya proses hukum yang tidak jelas, masyarakat juga menjadi tidak percaya lagi dengan aparat penegak hukum,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lampung Timur, Rini, akan mendukung kegiatan diskusi itu, dan menilai kasus anak di bawah umur sudah memprihatinkan. “Pada dasarnya kami LPAI Lamtim mensupport penuh rencana kegiatan diskusi publik ini, karena memang permasalahan anak di Lampung timur sudah memprihatinkan,” kata Rini, melalui pesan singkat pribadinya.

LPAI menilai, ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak namun pelakunya masih dibiarkan berkeliaran dimasyarakat, dan dirinya berharap penegak hukum Lampung Timur memberikan kepastian dan berkeadilan bagi korban kekerasan dibawah umur.

Ia juga menambahkan, ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang pelakunya di biarkan bebas berkeliaran di mana-mana, “Jadi kami berharap melalui kegiatan diskusi publik ini bisa menjadi wadah bagi semua pihak yang terkait khususnya aparat penegak hukum untuk segera memberikan kepastian hukum yang berkeadilan untuk anak-anak korban kekerasan di Lampung timur,” harapnya. (Wahyudi)

Tinggalkan Balasan