Abu Thalib Kholik Kecoh Majelis di Sidang Penyerobotan Lahan, STAI Tulang Bawang Tak Miliki Bukti Kepemilikan - Sinar Lampung

Abu Thalib Kholik Kecoh Majelis di Sidang Penyerobotan Lahan, STAI Tulang Bawang Tak Miliki Bukti Kepemilikan

Spread the love

Sharing is caring!

Tulang Bawang (SL)-Sidang lanjutan kasus penyerobotan lahan yang dijadikan lokasi kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) di Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Menggala, Rabu (13/03).

Kampus STAI Tulang Bawang yang dibangun dilahan milik orang lain

Sidang dengan agenda kesimpulan penggugat dan tergugat itu tanpa dihadiri pihak tergugat yang kerap tidak hadir di persidangan. Sudang putusan di jadwalkan Rabu (27/03/2019).

Melalui kuasa hukumnya, penggugat memberikan Kesimpulan bahwa para tergugat dalam perkara No.27/Pdt.G/2018/PN.menggala telah melanggar hukum. Irfan menjelaskan surat pernyataan hibah yang dibuat oleh Aruji bin Usman kepada STAI tidak memiliki hak dalam memberikan hibah.

Begitu pula mengenai pemberian hibah tersebut tidak sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan oleh undang undang.di karenakan hibah yang dilakukan oleh Aruji bin Usman Kepada STAI cacat hukum karena tidak memenuhi ketentuan pasal 1682 jo 1683 BW.

Yang mana sebelumnya Kuasa hukum pihak tergugat berargumen yang di bangun oleh Abu Thalib Kholik mendirikan STAI untuk kepentingan umum merupakan alasan pembenar saja. Karena yang terjadi sebenarnya pendirian STAI hanya untuk kepentingan keluarganya saja atau kepentingan pribadi saja.

Bahkan alasan Abu Thalib Kholik merampas tanah almarhum Samuji yang telah bersertifikat hak milik untuk membela kepentingan Islam, Akan tetapi cara yang ditempuh Abu Thalib Kholik merupakan cara yang sesat dan tidak dapat dibenarkan menurut hukum, “Karena hal tersebut dapat merusak dan memecah belah kesatuan anak bangsa dan dapat merusak sendi sendi benika tunggal ika dan pancasila,” kata Irfan.

Menurutnya pihak pengadilan atau para majelis sudah bisa menilai dari sebelum sebelumnya keterangan dr pihak instansi terkait ijin semuanya itu tidak ada Dan oleh karenanya abu thalib telah menipu dan membohongi publik dengan memberikan keterangan.

Ketua majelis hakim yang memimpin sidang perkara no 27/ pdt.G/2018 menggala, Aris Putra Wijaya, mengatakan majelis hakim merasa dibohongi dan terkecoh dengan pernyataan Abu Thalib di media, “Ternyata dalam pembuktian sidang Abu Thalib tidak memiliki alas hak dalam menguasai lahan dan membangun gedung STAI di tanah milik almarhum Samuji yang telah bersertifikat hak milik,” katanya. (Mardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *